Undead Unluck: Winter-hen – Di tengah badai salju yang dipicu oleh UMA Winter, Billy menerima laporan tentang pertempuran melawan Autumn. Dari situ, ia menyadari satu hal penting: Undead dan Unluck tidak lagi berada di titik yang sama seperti sebelumnya. Mereka terus berkembang, dan itu mengubah keseimbangan permainan. Juiz kemudian muncul dan mengungkap kebenaran yang selama ini disembunyikan. Artefak-artefak yang mereka kumpulkan bukan sekadar peninggalan aneh, melainkan senjata yang disiapkan untuk menghadapi Dewa. Lebih dari itu, Ark yang menjadi kunci segalanya telah mendekati batasnya. Kesempatan untuk mengulang dunia hampir habis.
Juiz meminta Billy untuk kembali bergandengan tangan, seperti sebelumnya. Ia ingin mempertaruhkan segalanya pada Unluck, menjadikannya kartu terakhir demi tujuan yang sama: mengalahkan Dewa. Namun Billy menolak mentah-mentah. Baginya, kerja sama itu sudah tidak mungkin lagi. Di saat itulah Juiz menyadari niat Billy yang sebenarnya. Ia tidak berniat berjalan bersama, melainkan ingin merebut Ark dan Apocalypse untuk dirinya sendiri. Sebelum Juiz sempat menghentikannya, Billy justru memicu bentrokan terbuka. Pertarungan brutal pun pecah, dengan UMA berada di kedua sisi, seolah dunia ikut terseret ke dalam konflik mereka.
Masing-masing berpegang pada “keadilan” versinya sendiri. Juiz maju tanpa ragu, mengayunkan pedangnya, sementara Billy melawan dengan memanfaatkan kemampuan para Negator lain, dipadukan dengan tembakan pistolnya yang dingin dan presisi. Pertanyaannya kini jelas: apa tujuan akhir Billy sebenarnya? Sementara itu, jauh dari medan bentrokan tersebut, Andy dan Fuko yang telah berhasil mengamankan inti Autumn yang sedang bergerak melalui udara untuk menjatuhkan Summer. Namun Billy telah memperhitungkan langkah itu. Ia menduga Juiz mempercayakan Apocalypse kepada Andy, dan tanpa menunggu kepastian, ia mengirim para pembunuh untuk menyerang mereka di tengah langit.
Anime Terkait 🔗
Prequel: Undead Unluck





